Rabu, 13 Juni 2012

Sinopsis Novel AYAH MENGAPA AKU BERBEDA?


Bila semua teman-temanku bernyanyi, aku hanya bisa terdiam. Aku tidak pernah tau harus bagaimana mengatakan pada dunia bertapa aku sangat ingin seperti mereka, bisa mendengar dan bernyanyi layaknya kehidupan normal.
Sayangnya aku terlahir dengan keadaan tuli, lebih sadisnya terkadang mereka orang-orang yang tidak pernah mengerti perasaanku berkata kalau aku “ BUDEK” dan itu dituliskan di kertas untukkku tepat di meja belajarku di kelas.
Tapi aku tidak pernah merasa ingin membalas semuanya, karena aku sadar inilah hidupku dan inilah takdirku.
Dulu semasa kecil mungkin aku tidak pernah merasa beban ini begitu besar dalam hidupku, ketika menyadari aku beranjak remaja dan melihat aku berbeda diantara sahabat-sahabatku. Di depan mading sekolahku tertulis sebuah pengumuman pembentukan tim musik sekolah, aku ingin ikut dalam tim itu tapi sayangnya aku hanya bisa meratapi nasibku. Aku pun pulang untuk bertemu dengan ayah, aku terduduk dengan wajah penuh kesedihan,
Dalam duniaku, hanya ayah yang bisa mengerti apa yang aku katakan. Walaupun itu harus dengan bahasa tangan yang ia pelajari dengan susah payah.
Aku mengetuk pintu untuk memberi tanda aku ada di kamar untuk bicara dengan ayah, ia melihatku dan melempar senyum.
“ Angel, ayo masuk. Silakan duduk disini nak, ada apa? Bagaimana pelajaran kelas kamu hari ini?”
Aku tertunduk, lalu ayah mulai bisa membaca wajahku.
“ Apa yang terjadi nak, ceritakan pada ayah?”
“ Ayah mengapa aku berbeda dari teman-temanku?”
“ Dalam hal?” tanya ayah padaku,
Aku menangis dan usiaku saat itu hanya 12 tahun dan duduk di sekolah menengah pertama.
“ Aku tidak bisa bernyanyi, tidak bisa mendengar.. Mengapa ayah?”
Ayah melihatku sambil tersenyum,
“ Apakah kamu merasa bersedih karena itu?”
“ Ya, aku sangat bersedih.. Aku ingin seperti mereka.. Bisa bernyanyi dan mendengarkan indahnya musik..”
“ Mengapa kamu ingin menjadi seperti mereka?”
“ Karena aku ingin menjadi tim musik sekolah, aku ingin ayah..”
“ Kalau begitu lakukan..”
Aku terdiam tidak bisa membalas pertanyaan ayah kemudian ia bangkit dan mengajakku ke ruangan gudang di belakang rumahku, ia mulai membersihkan debu-debu di sebuah meja panjang yang tadinya kupikir adalah meja makan. Ternyata itu adalah piano klasik. Aku memperhatikanya dengan heran,
“ Ini adalah peninggalan ibumu sebelum ia meninggal setelah melahirkan kamu, ayah sudah tidak pernah mendengarkannya sejak kamu terlahir..”
“ Lalu..?” tanyaku.
“ kamu mungkin terlahir tanpa bisa mendengar dan bernyanyi. Tapi kamu terlahir dari rahim seorang ibu yang berjuang agar kamu ada di dunia ini dan ayah percaya, Tuhan memberikan kamu dalam kehidupan karena kamu memang layak untuk itu.”
“ Tapi aku cacat, tidak normal dan tidak akan pernah bisa mendengar musik? Bagaimana caranya aku bisa seperti teman-temanku.”
“ Sayang kamu memang tidak bisa mendengarkan musik, tapi kamu bisa memainkan musik?”
“ Bagaimana caranya?”
“ Ayah ada disini untuk kamu dan percayalah, musik itu akan terasa indah bila kamu merasakannya dari hati kamu. “
“ Walaupun aku tidak bisa mendengar..”
Ayah duduk dikursi dan menyuruhku memperhatikannya bermain piano, Ia menutup matanya lalu memainkan arunan toth piano itu.
“ Anakku, rasakanlah musik itu dalam hati dan kamu akan tau bertapa Tuhan sangat mencintai siapapun makluk yang ia ciptakan. Walaupun kamu terlahir dengan keadaan cacat dan tidak bisa mendengarkan suara musik itu dari telinga kamu.. Kamu bisa dengarkan lewatkan hati kamu..”
Ayah mengajakku untuk menyentuh setiap toth piano dan kami bermain bersama, aku memang tidak bisa merasakan apa suara music itu tapi aku bisa merasakan nada dari jari yang ketekan dan itu membuatku bersemangat untuk berlatih piano klasik, aku tau ibuku adalah seorang pemain piano sebelum ia meninggal saat melahirkanku. Aku pun berjuang untuk bermain musik dan perlahan aku mampu membuat sedikit alunan music yang indah. Semua itu kurasakan dalam hatiku, semua itu kurasakan dalam jiwaku.
Beberapa minggu kemudian, aku mulai berani mendaftar dalam tim musik sekolahku dan guruku menerimaku walaupun ia tau aku cacat tapi setelah aku mainkan piano dan ia terkesan. Aku tau semua orang melihatku dengan aneh, seorang teman bernama Agnes datang padaku.
“ Hai orang cacat, apa yang bisa kamu lakukan dengan telingamu yang tertutup kotoran?”
Yang lain tertawa dan menambah kalimat yang melukai hatiku,
“ Dia mungkin mau jadi badut diantara tim kita, biarkan saja..”
Ejekan itu berakhir saat guruku datang, mereka semua kembali ke posisi mereka masing dalam alat music yang mereka kuasai. Ibu guru pembimbing kelas musik bersikap hangat padaku, ia memperkenalkanku pada semuanya.
“ Anak-anak mulai hari ini Angel akan bergabung dalam tim kita, semoga kalian bisa berkerja sama dengan Angel ya..”
“ Ibu apa yang bisa lakukan untuk tim kita, dia kan budek?” ejek Agnes.
“ Agnes!! ibu tidak pernah mengajarkan kamu untuk menghina orang lain, jaga sikap kamu. Walaupun Angel cacat secara fisik ia juga memiliki perasaan, tolong kendalikan kata-kata kamu.”
Aku senang ibu membelaku tapi itu malah membuat semua membenciku, ibu mempersilakan aku memainkan piano, dengan gugup aku bisa bermain dengan baik. Tidak ada satupun tepuk tangan dari teman-temanku, hanya ibu guru seorang. Ketika kelas bubar aku mendekat pada ibu guru, aku menuliskan apa yang ingin aku katakan kepadanya, Ia membacanya.
“ Ibu , aku mundur saja dari tim, aku tidak mungkin bisa menjadi bagian dari mereka. Karena aku ini cacat. Mereka tidak akan menerimaku?”
“ Tidak sayang, jangan berkata demikian, kamu special, kamu berbakat, mereka hanya belum terbiasa, percayalah kalau kamu sudah sering bermain dengan mereka. Kamu akan diterima dengan suka cita. Jadi ibu tidak mau mendengarkan kalimat kamu ingin mundur..”
“ Tapi bu, aku takut bila membuat semua jadi kacau.”
“ Anakku, beberapa minggu lagi, sekolah ini akan merayakan hari ulang tahunnya, ibu percaya kamulah satu-satunya orang yang layak mengisi tempat di bagian piano, karena teman kamu Rika ( pianis sebelumnya) telah mundur karena sakit cacar”
Aku pulang ke rumah dan memberi kabar kalau aku diterima dalam tim musik sekolah, ayah begitu gembira menunggu saat-saat aku akan berada dipanggung, ia terus melatih permainan pianoku. Aku tidak pernah cerita bertapa aku sangat diremehkan oleh teman-teman se-timku yang hanya menganggap aku sampah yang tidak layak disamping mereka. Mereka sering memarahi aku dengan kata-kata kasar lalu mereka menghinaku sebagai gadis caca, hal itu terus terjadi disaat kami berlatih persiapan untuk panggung sekolah . Mereka tidak pernah peduli apa yang kumainkan bila benar, mereka selalu bilang salah. Padahal aku yakin aku benar-benar memainkan musik piano ini, sedihnya saat aku bertanya dimana letak kesalahanku yang mereka jawab lebih menyakitkan.
“ Kamu ini tuli dan budek, bagaimana bisa kamu tau alunan musik yang kamu mainkan itu benar atau salah? Kamu membuat aku muak dengan sikap kamu yang sok pintar dan mencari muka di depan bu guru.” Kata Agnes padaku.
Aku menangis mendengarkan kalimat itu, aku berlari pulang ke rumah dan satu-satunya kalimat yang kudengar hanya satu. “ Pergi kamu gadis cacat, jangan pernah kembali ke tim kami, kami tidak sudi menerima kamu dalam kelompok ini.”
Aku menangis hingga di depan rumahku dan ketika aku tiba di gerbang rumahku, sebuah mobil ambulan ada didepan rumahku dan membawa ayah. Aku mengejar perawat yang membawa ayah, ayahku tampak tertidur tanpa bicara, seorang tetanggaku berkata padaku.
“ Ayahmu terkena serangan jantung, kamu ikut tante saja. Kita pergi bersama-sama ke rumah sakit.”
Aku shock dan menangis! Bagaimana hidupku tanpa ayah? Sepanjang perjalanan aku terus menitihkan air mata. Ayah tidak sadarkan diri sejak sakit jantungnya kambuh, ia memang memiliki sakit jantung sejak menikah padahal usianya masih sangat muda. tiga hari lamanya aku menemani ayah yang tidak pernah sadarkan diri. Tiga hari pula aku tidak pernah ke sekolah, bu guru bertanya pada Agnes mengapa aku tidak masuk hari ini?”
“ Mungkin Angel merasa tidak sanggup lagi bergabung dengan tim kita, dia itu bodoh bu! Selalu melakukan kesalahan dan dia pergi begitu saja saat latihan dan tidak pernah kembali hingga saat ini.”
Ibu guru mencoba pergi ke rumahku, tapi tidak ada seorang pun orang dirumahku. Aku tau beberapa hari lagi perayaaan musik di sekolahku akan dimulai. Mungkin memang sudah menjadi garis tangan hidupku, aku tidak boleh menjadi tim sekolah. Padahal aku sudah berjuang maksimal berlatih piano di rumah. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa selain menjaga ayahku karena ia lebih penting dalam hidupku, ia satu-satunya sahabatku yang bisa mengerti keadaan ku setelah ibu meninggal dunia.
Ya Tuhan jangan ambil ayahku, doaku setiap saat kepadanya
Seminggu kemudian,
Ayah tersadar dan melihat aku disampingnya. Ia tidak bisa bicara banyak, selain bertanya mengapa aku disini, mengapa aku tidak berlatih bersama tim musik disekolahku, aku berpura-pura berkata padanya kalau mereka memberikan aku izin menjaga ayah. Ayah marah padaku, ia bilang aku harus segera latihan dan ia ingin aku tampil disana.
“ Jangan pedulikan ayah saat ini, yang penting kamu harus bisa buktikan kepada semua orang kalau kamu bisa bermain musik dan tunjukkan kepada mereka kamu gadis yang sempurna ”
Aku tau itu berat, tapi aku tidak ingin ayah bersedih mendengar penolakkan sahabatku di sekolah, ia berjanji padaku akan lekas sembuh asal aku terus bersemangat latihan musik. Akhirnya aku pun pergi ke sekolah kembali dan masuk ke kelas musik. Ibu guru menyambutku dengan baik, dan langsung memintaku berlatih. Setelah ia pergi, Agnes dan kawan-kawan mendekatiku, mereka mendorongku hingga terjatuh.
“ Kamu itu makluk Tuhan paling menjijikan, jangan membuat tim kami malu dengan kehadiran kamu di tim music kami. tidak punya malu, padahal kami sudah mengusirmu..”
Aku terdiam, seorang teman mengatakan pada Agnes,
“ Percuma dia tuli, dia ga akan mendengarkan apa yang kita bicarakan.”
Agnes marah merasa aku tidak mendengarkan semua kemarahannya, Ia bersama teman-teman mendorongku hingga keluar ruangan, aku mengetuk pintu dan ketika tanganku berusaha membuka pintu, mereka menjepit tanganku tanpa ampun, aku berteriak kesakitan dan mereka tidak peduli
“ Astaga dia bisa menjerit juga ya.. kirain dia itu bisu, bisa teriak juga hahaha “ ledek mereka.
Mereka menyiksaku dan aku tidak berdaya. Tanganku terasa mati rasa, mungkin jariku patah. Aku meminta tetanggaku untuk membalut luka ini dan ia sangat terkejut dengan keadaanku. Aku berkata padanya aku terjatuh di jalan. Tapi aku tidak akan pernah menyerah untuk menjadi tim musik kelasku. Hingga hari itu tiba, dengan luka balut tanganku aku muncul di sekolah. Sebelumnya aku mengatakan pada ayah .
“ Ayah hari ini aku akan bermain musik dihadapan semua orang, ayah harus mendengarkan ya. “
“ Anakku, ayah pasti mendengarkan. Maaf saat ini ayah sedang sakit, ini adalah hari istemewamu. Tapi ayah sudah pikirkan bagaimana caranya. Ambil telepon genggam ayah dan biarkan itu menyala saat kamu mainkan.”
“ Baik ayah.” Aku menuruti ide cermerlang ayah.
Saat aku keluar ruangan, dokter mengatakan hal kecil disamping ayah “ Jantung anda melemah, anda harus terus berpikir positif sehingga cepat sembuh”
“ Anak saya akan manggung hari ini, itu membuat saya cemas”
“ Percayalah , anak anda adalah gadis luar biasa..”
Aku menangis menuju sekolahku, Saat aku tiba di sekolah, Agnes dan kawan-kawan melihatku dengan jijik. Sepertinya mereka tidak mau aku di panggung, mereka manarik bajuku dan menamparku di belakang panggung.
“ Pergi cepat, jangan pernah ada disini, kami akan tampil tanpa kamu. Cepat pergi? Sebelum ibu guru datang”
Tidak, aku tidak akan menyerah walaupun mereka menyiksaku. Aku sudah berjanji pada ayah untuk bermain musik di acara sekolah. Karena mereka mendapatkan aku tidak menyerah, akhirnya mereka mengancam tidak akan tampil dan memaksa aku tampil seorang diri, mereka ingin membuatku malu.
“ Baiklah, kami tidak akan tampil. Dan silakan kamu tampil sendirian, jadilah badut diatas panggung..”
Aku tidak mampu berbuat apa-apa ketika mereka mengikat rambutku layaknya orang bodoh, memoles mukaku dengan cat warna merah menyerupai badut sirkus. Aku tidak peduli, aku hanya ingin ayah bahagia dan menepati janji kepada ayah untuk tampil dalam panggung itu. Setelah puas mendandaniku seperti badut mereka pergi mendorong aku diatas panggung saat ibu guru yang bertugas menjadi pembaca acara memanggil tim kami dan aku muncul sendirian, mereka semua berlarian mengumpat.
“ DImana yang lain?” tanya ibu guru,
Aku terdiam, semua orang yang ada di bangku penonton menertawakan aku, mereka melihat badut yang sedang berada diatas panggung, aku sungguh tidak bisa berbuat-apa ap.
“ Astaga apa yang terjadi padamu dan yang lain pergi kemana? Kita tidak akan bisa menjalankan acara music ini.”
Aku mengambil kertas dan menuliskannya
“ Bu, izinkanlah aku bermain piano ini, aku sudah berjanji pada ayah untuk bermain piano , ia sedang terbaring lemas di rumah sakit, jantungnya melemah hari ini, aku takut ia akan semakin buruk bila tau aku gagal bermain bersama tim musik di sekolah”
Ibu menatapku, ia sadar bertapa aku sangat sulit.
“ Baiklah mainkanlah piano ini, tunjukkan pada dunia kalau kamu adalah orang special dengan musikmu”
“ Terima kasih bu.”
Ibu guru memberikan kata-kata sambutan kepada penonton yang terus tertawa karena melihat badut sepertiku, tapi aku tidak peduli. Dengan keunggulan 3g, aku mengadakan video call dan ayah tersenyum padaku memberikan semangat, keletakkan telepon itu diatas meja piano.
“Tuhan bimbing aku agar semua berjalan dengan baik. Dan dengarkanlah musik ini..”
Setiap denting musik mulai memecahkan semua tawa yang awalnya menghujatku, menghinaku, arunan musik ini membawa perjalanan kisahku untuk berjuang menunjukkan pada dunia, aku memang terlahir cacat, aku tidak pernah tau apa artinya musik, tidak tau bagaimana suara burung, suara ayah bahkan tragisnya aku tidak pernah tau suara yang keluar dari mulutku sendiri.
Tapi aku percaya, aku tercipta bukan tanpa tujuan dalam dunia ini. ketika lagu itu usai kumainkan, semua berdiri dan memberikan tepuk tangan, aku menangis. ibu guru memelukku, aku ingin ibu menyampaikan pesanku kepada penonton.
“ Terima kasih, memberikan aku kesempatan untuk berada ditempat ini. Kini aku tau mengapa aku berbeda, karena Tuhan mencintaiku. Aku tidak akan marah pada Agnes dan teman-teman, aku bersyukur karena mereka mengajarkan aku tentang ketekunan dan ikhlas. Termasuk ayah, yang selalu bilang padaku “ kita tidak perlu merasa sedih dengan keadaan kita, bagaimanapun bentuknya. Karena Tuhan memberikan kita nafas kehidupan dengan tujuan hidup masing-masing”
Ya aku percaya itu.
Tamat.
sumber, www.agnesdavonar.net

Selasa, 12 Juni 2012

Sinopsis Dan Tokoh Suki Desu Suzuki-kun


Suki Desu Suzuki-kun! (好き です 鈴木 くん!?!, Menyala "I Like You, Suzuki-kun!".), Alternatif dikenal sebagai The Lovin '"S" [1], adalah sebuah serial manga Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Go Ikeyamada. Ini dimulai serialisasi pada bulan Oktober 2008 di majalah manga Comic shōjo shōjo dan masih berlangsung. Bab-bab dikumpulkan dan diikat dalam format tankōbon oleh Shogakukan di bawah label Komik Bunga. Cerita ini dipisahkan menjadi dua busur, busur pertama berfokus pada karakter utama selama pertengahan tahun mereka sekolah dan paruh kedua ketika semua dari mereka adalah 17 tahun. Animasi video asli untuk seri ini dirilis pada akhir tahun 2009 [2], bersama dengan game untuk Nintendo DS pada musim panas 2010. [3]Isi [hide]1 Plot2 Karakter2,1 utama karakter2.2 Karakter sekunder3 Media3,1 Manga3,2 Anime3,3 Cahaya Novel3,4 Permainan4 Penerimaan5 Referensi6 Pranala luar[Sunting] PlotPada usia 13 tahun, empat teman sekelas baru saja mulai SMP: Sayaka, Hikaru, Chihiro, dan Shinobu. Sementara Sayaka dan Hikaru langsung mengembangkan daya tarik terhadap satu sama lain, Chihiro, teman masa Hikaru itu, diam-diam pinus baginya sedangkan Shinobu manja (yang berbagi nama belakang sama seperti Hikaru tetapi tidak ada hubungannya dengan dia) jatuh cinta dengan Chihiro. Sepanjang tahun lebih muda mereka tinggi, jenis empat perasaan mereka.Selama tahun kedua mereka SMP, pada usia 15, mereka semua memutuskan hubungan dengan cinta mereka. Namun, ketika mereka semua bersatu kembali pada usia 17 tahun, selama tahun kedua sekolah tinggi, semuanya telah berubah, dan mereka tidak dapat kembali ke apa yang mereka dulu.[Sunting] Karakter[Sunting] Karakter Utama
1.Sayaka Hoshino (星野 爽 歌 Hoshino Sayaka?)Seiyuu: Azumi Asakura (OVA), Juri Takita (permainan)Sayaka adalah seorang gadis, pemalu percaya diri yang diam-diam memiliki semangat untuk bertindak, mengumpulkan dari menghidupkan kembali adegan-adegan dari drama televisi. Akting nya luar biasa diakui oleh Hikaru, dan dengan dorongan, ia bergabung dengan klub drama. Sayaka diberi label aktris ajaib oleh gurunya dan terus memegang peran utama dalam drama sekolah. Di rumah, minatnya dalam akting diabaikan oleh keluarganya dan orang tuanya terus jauh karena pekerjaan.Sayaka jatuh cinta dengan Hikaru dan sengaja mengaku dirinya selama bermain sekolah. Kedua mulai berkencan dan pada awalnya akan menghadiri sekolah tinggi yang sama bersama-sama, namun karena pekerjaan ayahnya, dia harus pindah ke Kyushu selama musim panas. Sayaka tidak pernah kontak Hikaru setelah itu meskipun janjinya. Tanpa diduga, ia bergerak kembali ke Tokyo pada usia 17, sekarang menjadi aktris terkenal dengan nama Sayaka Naruse (成 瀬 爽 歌 Naruse Sayaka?), Dan mendaftarkan diri di sekolah tinggi Hikaru itu. Namun, dia tidak ingat apa-apa dari sebelum dua tahun lalu, termasuk Hikaru, karena kejutan dari orang tuanya meninggal tak lama setelah dia pindah. Setelah sembuh ingatannya, Sayaka mencoba untuk menyembunyikan kebenaran dari Hikaru dan perpisahan tawaran kepadanya, karena dia tidak bisa memaafkan dirinya untuk menyakiti Hikaru. Selama turnamen, Sayaka berjalan ke gym, mengakui kebenaran dan menegaskan perasaannya kepadanya. Mereka akhirnya bersatu setelah 2 tahun berpisah.
2.Hikaru Suzuki (铃木 辉 Suzuki Hikaru?)Seiyuu: Hirofumi Oda (OVA), Koki Miyata (permainan)Hikaru adalah seorang anak, ceria perhatian dari keluarga rata-rata dan bercita-cita menjadi pemain basket profesional. Awalnya, ia bermain bisbol, tetapi karena teman masa kecilnya, Chihiro, menerima cedera yang tidak akan membiarkan dia bermain basket lagi, ia memutuskan untuk membuat mimpi itu menjadi kenyataan bagi dirinya dengan belajar basket dari dia dan menjadi seorang profesional di tempatnya. Pada hari pertama sekolah SMP, Hikaru membela Sayaka dari Shinobu dan menjadi terpikat dengan bakatnya di dunia akting, mendorong dia menjadi lebih percaya diri. Ia jatuh cinta padanya, tapi setelah dia pindah, dia tidak pernah melihatnya lagi sampai mereka 17. Terlepas dari kenyataan bahwa Sayaka ingat apa-apa tentang dia, ia adalah pasien dan bertekad untuk menunggunya untuk memulihkan ingatannya. Selama turnamen basket, Hikaru menemukan bahwa Sayaka sudah ingat semuanya dan sangat gembira melihat kekasihnya.Mereka akhirnya bersatu setelah 2 tahun berpisah.
3.Shinobu Suzuki (铃木 忍 Suzuki Shinobu?)Seiyuu: Ryo Iwasaki (OVA), Takashi Kondou (permainan)Shinobu mungkin memiliki nama keluarga yang sama seperti Hikaru, tetapi mereka memiliki tidak ada hubungannya, bahkan, keduanya tidak menyukai yang lain.Shinobu berasal dari keluarga kaya dan merupakan jenius dalam olahraga dan juga pandai studi. Dia sangat populer dengan gadis-gadis, tapi secara bersamaan manja, sombong dan egois. Meskipun penghinaan ke arahnya selama pertemuan pertama mereka, Shinobu cepat jatuh untuk Chihiro, meskipun dia tahu dia putus asa melekat pada Hikaru. Shinobu adalah juga orang pertama yang pernah menyadari perasaan Chihiro untuk Hikaru dan sering digambarkan sebagai orang yang mengerti Chihiro paling. Mengingat rasa sakit, ia terus mengejar dia dengan harapan membantu dia pindah pada dari dia. Setelah mendengar pengorbanan Hikaru untuk Chihiro, ia memutuskan untuk menjadi pemain basket profesional demi dia juga.Selama tahun terakhir mereka dari SMP, Shinobu memutuskan untuk menghadiri Sekolah Tinggi Kaijō dan mengundang Chihiro untuk menerapkan dengan dia.Namun, keputusan Chihiro untuk tinggal bersama Hikaru menyakitkan dia secara emosional, sehingga ia bersumpah pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan jatuh cinta lagi. Pada usia 17, Shinobu tetap sama populer dengan gadis-gadis seperti biasa, namun telah menjadi seorang playboy. Dia masih belum diampuni Chihiro karena mengkhianati dia, meskipun ia masih memegang perasaan untuk dia.Setelah beberapa insiden yang melibatkan Shinobu dan reuni Chihiro itu, Shinobu akhirnya mengundurkan diri diri dengan kenyataan bahwa cintanya masih tersisa, dan mengakui perasaannya padanya lagi, mengklaim bahwa cintanya telah melampaui kebencian apapun dan bahwa tidak peduli berapa kali dia sakit, dia akan tetap mencintai satu-satunya. Perasaannya pada akhirnya dikembalikan setelah turnamen basket. Mereka akhirnya resmi berkumpul setelah 2 tahun satu sisi cinta dan 2 tahun pemisahan.
4.Chihiro Itō (伊藤 ちひろ Itō Chihiro?)Seiyuu: Mayu Isshiki (OVA), Ayana Taketatsu (permainan)Chihiro adalah teman masa kecil Hikaru dan telah memiliki perasaan romantis untuk dia karena mereka masih kecil, meskipun ia tahu ia jatuh cinta dengan Sayaka, sehingga dia mencoba untuk menyembunyikan perasaannya terhadap Hikaru dan mendukung dia dengan kasih-Nya sebagai gantinya. Dia matang dibandingkan dengan sisa dari teman-teman sekelasnya dan juga berkemauan keras, di samping itu, dia populer karena kecantikannya. Chihiro juga mengisyaratkan sebagai cerdas dan pandai berkelahi juga. Sepanjang cerita, dia selalu digambarkan sebagai tanpa pamrih dan kind.Although Chihiro adalah jeli dan tajam, dia lambat pada hal-hal sendiri dan tidak menyadari perasaan Shinobu untuk dia pada awalnya. Chihiro adalah manajer dari tim basket, tapi minatnya dalam olahraga tanggal untuk sebelum itu - ia digunakan untuk bermain basket dan ingin menjadi seorang profesional sampai dia cedera selama kompetisi yang mencegah dia dari mengejar mimpinya.Meskipun Chihiro mencintai Hikaru, ia mulai mengembangkan perasaan untuk Shinobu juga. Dia awalnya akan menghadiri Sekolah Tinggi Kaijō dengan Shinobu, tapi setelah mengamati terpendam penderitaan Hikaru tanpa Sayaka, dia memutuskan untuk tinggal bersamanya sebagai gantinya. Sampai hari ini, dia terus menyalahkan dirinya sendiri karena menyakiti Shinobu dalam. Ketika Sayaka kembali memasuki kehidupan mereka, Chihiro menyerah dengan cintanya dengan Hikaru setelah ia menolak pengakuannya. Setelah beberapa insiden yang melibatkan reuni dengan Shinobu, Chihiro akhirnya menyadari bahwa dia telah sadar jatuh cinta dengan Shinobu dan pemberitahuan hanya itu sekarang. Setelah turnamen, Chihiro mengejar Shinobu, mengambil inisiatif dan mencium dia, mengatakan bahwa ia mencintai dia dan berjanji untuk mencintainya seratus kali lebih banyak dari dia mencintainya. Dia bersumpah pada dirinya sendiri bahwa dia akan menghabiskan sisa hidupnya membuat dia bahagia. Mereka akhirnya resmi keluar satu sama lain setelah 2 tahun dari satu sisi cinta dan 2 tahun pemisahan.
[Sunting] karakter sekunder
1.Erika Aoi (Aoi 葵 エリカ Erika?)Erika adalah aktris terkenal dan juga ajaib di dunia akting. Dia mengembangkan naksir Hikaru.
2.Haruka Aoi (Aoi 葵 ハルカ Haruka?)Haruka adalah adik Erika dan menjadi mahasiswa baru di Hikaru dan SMA Chihiro itu. Ia sering keliru sebagai seorang gadis karena terlihat berkelamin dua nya baik dan jatuh cinta dengan Chihiro, karena ia adalah orang pertama yang memberitahu bahwa dia, pada kenyataannya, laki-laki. Dia bergabung dengan klub basket hanya karena ia adalah manajer tim. Haruka merasa terancam dengan kehadiran Shinobu sejak ia digunakan sampai saat Chihiro dan tidak suka dia karena cara dia memperlakukan dirinya saat ini. Haruka mengingatkan Hikaru dari Shinobu, karena dia seperti dia ketika Shinobu masih di sekolah menengah.
3.Takumi Shirota (城 田 巧 Shirota Takumi?)Takumi adalah pacar Sayaka dan membantunya melewati kejutan ketika orang tuanya meninggal. Dia bertekad agar ia mengingat peristiwa dari sebelumnya dua tahun lalu untuk melindungi stabilitas mental dan ingin dia melakukan kontak dengan Hikaru kurang mungkin.

Lirik Esa Sigit - Surat Kecil Untuk Tuhan


Ku ungkap perasaanku semua isi hatiku
Aku telah jatuh cinta, sungguh jatuh cinta
Mengapa sekejab saja setelah menunggu lama
Terlalu cepat tuk berlalu dan meninggalkanku

Tuhan dengarkanlah pintaku sampaikan padanya
Walau takkan mungkin bersatu
Di hatiku selalu mencintainya

Andai ku mampu kembali mengulang sekali lagi
Namun telah kau tentukan harus ku terima

Tuhan dengarkanlah pintaku sampaikan padanya
Walau takkan mungkin bersatu
Di hatiku selalu mencintainya

(Tuhan dengarkanlah pintaku sampaikan padanya)
Walau takkan mungkin bersatu
Di hatiku (di hatiku) selalu mencintainya

Sinopsis Novel Surat Kecil Untuk Tuhan

SURAT KECIL UNTUK TUHAN : NOVEL KISAH NYATA HIT LIST INDONESIA AND TAIWAN

Tuhan ..
Andai aku bisa kembali..
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.
Tuhan ..
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada hal yang sama terjadi padaku, terjadi pada siapapun
Cuplikan itu menjadi sedikit bait dari sebuah tulisan yang ditulis seorang remaja penderita kanker Rabdomiosarkoma atau kanker jaringan lunak. Sebuah kanker ganas yang menyerang pada bagian wajah seorang gadis remaja bernama Gita Sesa Wanda Cantika.
Umurnya masih 13 tahun saat dokter mengatakan kepada ayahnya bahwa putrinya hanya dapat bertahan selama lima hari bila tidak melakukan operasi segera.
Hati ayah mana yang tidak hancur ketika tahu jalannya operasi itu harus membuat sang putri kehilangan sebagian wajahnya. Sedangkan sang putri mulai bertanya mengapa diwajahnya mulai tumbuh gumpalan sebesar buah kelapa. Tak ingin melukai hati anaknya, sang ayah berserta keluarga merahasiakan kanker itu pada Keke, panggilan gadis remaja aktif dengan sejuta prestasi model dan tarik suara.
Namun perlahan Keke mulai menyadari dirinya bukan sakit biasa, ia sadar hidupnya tak mungkin akan bertahan lama dengan pandangan mata yang mulai buta oleh kanker.
Walau akhirnya ia tahu ia terserang kanker ganas, ia pasrah dan tidak marah pada siapapun yang merahasiakan penyakit maut itu padanya.
Ia memberikan senyum kepada siapapun dan menunjukkan perjuangannya bahwa dengan kanker diwajahnya ia masih mampu berprestasi dan hidup normal di bangku sekolah. Tuhan menunjukkan kebesaran hati dengan memberikan nafas panjang padanya untuk lepas dari kanker itu sesaat.
Perjuangan Keke melawan kanker membuahkan hasil, Kebesaran Tuhan membuatnya dapat bersama dengan keluarga serta sahabat yang ia cintai lebih lama. Keberhasilan dokter Indonesia menyembuhkan kasus kanker yang baru pertama kali terjadi pada putri Indonesia ini menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus membuat semua Dokter di Dunia bertanya-tanya.
Namun kanker itu kembali setelah sebuah pesta kebahagiaan sesaat, Keke sadar napasnya di dunia ini semakin sempit. Ia tidak marah pada Tuhan, ia bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernapas lebih lama dari vonis lima hari bertahan hingga tiga tahun lamanya.
Dokter menyerah terhadap kankernya, di napasnya terakhir ia menuliskan sebuah surat kecil kepada Tuhan. Surat yang penuh dengan kebesaran hati remaja Indonesia yang berharap tidak ada air mata lagi di dunia ini terjadi padanya, terjadi pada siapapun.
Napasnya telah berakhir 25 desember 2006 tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan Idul Fitri terakhir bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya, namun kisahnya menjadi abadi. Ribuan air mata berjatuhan ketika biografi pertamanya dikeluarkan secara online. Pesan Keke terhadap dunia berhasil menyadarkan bahwa segala cobaan yang diberikan Tuhan adalah sebuah keharusan yang harus dijalankan dengan rasa syukur dan beriman. Perjalanan waktu, biografi Keke pun dipasarkan secara luas.
Ditulis oleh Agnes Davonar, buku yang penuh dengan hikmah dan ketulusan ini diberi judul Surat Kecil untuk Tuhan ini menjadi buku kedua penulis yang memulai kariernya dari sebuah blogger dengan situs http://lieagneshendra.blogs.friendster.com.
Misi kemuliaan buku ini cukup tergambar dengan menyumbangkan sebagian dari hasil penjualan ini kepada yayasan yang bernaung membantu penderita Kanker di Indonesia. Bahkan, buku ini diedarkan di luar negeri dengan permintaan penerbit asal Taiwan di bawah bendera Suaraindo, yang merupakan tabloid berbahasa Indonesia, akan terbit bulan September awal.
Sedangkan Di Indonesia sendiri akan diedarkan pekan ketiga Agustus. Sebuah soundtrack yang dinyanyikan oleh penyanyi cilik Indonesia Ferel dengan judul Sebab Kau Menjagaku menambah arti kisah perjalanan gadis remaja yang mendapatkan penghargaan sebagai siswa teladan Indonesia dari pemerintah Indonesia ini.
Agnes davonar sendiri mengakui, air matanya tak pernah berhenti ketika menuliskan buku ini, sehingga ia berharap buku ini dapat menjadi sebuah semangat bagi siapapun orang yang mengalami sebuah cobaan dari Tuhan agar tetap bersyukur dan pasrah. Ayah Agnes davonar juga meninggal karena sebuah kanker paru-paru sehingga ia begitu bersemangat menuliskan kisah ini sejak 2 tahun silam dan akhirnya buku ini dapat diedarkan secara luas.
Sebuah penantian panjang tentang sebuah keimanan yang layak untuk Anda miliki Well, membaca kisah ini membuat Saya seolah anak kecil yang rindu akan kasih Tuhan.
Buku ini sendiri mencetak rekor penjualan 2.000 buku pada penjualan hari pertama. Saya menjadi pengkoleksi sejati. Mungkin anda juga harus bila anda menyakini diri Anda telah sadar akan kebesaran Tuhan.
(sumber, agnesdavonar.net)